8 Ide Bisnis UKM untuk Pemula dan Tips Untung Besar

Pemerintah Indonesia terus memberikan perhatian khusus kepada usaha kecil dan menengah. Sebab, meski modal usaha kecil, UKM bisa mendongkrak perekonomian negara dan juga mengurangi pengangguran.

Dilansir dari Liputan6.com, pada tahun 2018, usaha kecil dan menengah menyumbang 60% dari produk domestik bruto negara.

Karena sangat membantu negara, pemerintah memberikan berbagai kesempatan kepada orang-orang yang terlibat dalam industri ini. Salah satunya adalah manfaat kredit dan pajak yang ringan.

Selain itu, UKM yang berkaliber tinggi dapat mendongkrak daya saing ekspor Indonesia ke luar negeri. Oleh karena itu, bacalah ulasan kami di bawah ini jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang industri UKM.

Apa itu bisnis UKM?

Sebelum kami lanjutkan, kami akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu bisnis UKM bagi anda yang mungkin masih kurang jelas. Pengertian usaha sebenarnya sudah terdaftar dalam undang-undang atau peraturan kementerian terkait.

Pengelompokan kelompok usaha didasarkan pada jumlah modal dan omset yang mereka terima. Jumlahnya berbeda-beda tergantung kelasnya. Usaha kecil dan menengah memiliki berbagai aset.

Menurut goukm.id mengutip Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, perusahaan yang termasuk dalam kelompok kecil memiliki aset antara Rp 50 juta hingga Rp 500 juta dan kisaran pendapatan antara Rp 300 juta hingga Rp 2,5 miliar.

Sedangkan perusahaan menengah memiliki aset Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar dan pendapatan Rp 2,5 miliar hingga Rp 50 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga memiliki pandangan tersendiri terhadap usaha kecil dan menengah. BPS mencirikan mereka sebagai perusahaan dengan sekitar 6-19 karyawan.

UKM di Indonesia dapat dibagi menjadi empat kelompok, sebagai berikut menurut tingkat perkembangannya, seperti dikutip sekali lagi dari website goukm.Id:

-bisnis yang bertujuan mencari nafkah, seperti pedagang kaki lima.
-pengrajin di UKM
-perusahaan kecil dengan jiwa wirausaha, mampu mengerjakan subkontrak dan ekspor
-UMKM yang telah berkembang dan siap untuk ditingkatkan.

Setelah membaca beberapa kriteria, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang membuat startup berbeda dengan UKM dan apakah startup juga bisa digolongkan sebagai UKM?

Seperti yang terjadi, keduanya berbeda. Satu-satunya perbedaan adalah di mana operasi bisnis dilakukan. Sementara rata-rata UKM menjalankan aktivitas seperti pemasaran atau bahkan transaksi secara manual, startup memanfaatkan kecanggihan teknologi secara maksimal.

Namun, tidak sedikit UKM yang mulai merambah dunia teknologi, tentunya dalam upaya memangkas biaya.

Perusahaan UKM yang menjanjikan di Indonesia sebagai contoh

Untuk bisnis UKM, ada banyak model. Ada yang menawarkan rasa ada juga yang menjual kreativitas. Mana yang paling sesuai dengan minat Anda sepenuhnya terserah Anda. Selama Anda mengikuti tiga langkah di atas, semuanya bisa berhasil.

Sukses, bagaimanapun, tidak datang dengan cepat atau mudah. Anda harus bertahan, menggunakan ide kreatif Anda, dan melatih kesabaran. Anda bisa bekerja di berbagai industri, termasuk sektor kreatif, fashion, dan makanan.

Semuanya bisa dioperasikan dalam mode minimal. Disini kami akan memberikan contoh ide bisnis yang bisa menguntungkan walaupun dengan modal yang kecil jika anda bingung dan belum memilikinya.

1. Industri makanan UKM

Di Indonesia, UKM dibidang kuliner makanan mungkin yang paling laris. Makanan harus dibeli karena, bagaimanapun, itu adalah komponen kehidupan yang paling penting. Bergantung pada anggaran Anda untuk bisa menyajikan bisnis makanan di rumah.

Sebagai ilustrasi, menjual makanan tradisional, mengemasnya dalam kemasan yang menarik, lalu menjualnya ke toko-toko terdekat. Bisnis franchise adalah pilihan lain yang lebih praktis dan tidak perlu ribet untuk pemasarannya. Perusahaan waralaba tipikal menyediakan paket kemitraan dengan harga terjangkau. Dengan harga murah, Anda sudah mendapatkan semua fitur dan menjalankannya.

Contoh UKM yang sukses di bidang kuliner di Indonesia adalah Jenang Sinar 33 Kudus. Bisnis makanan tradisional Jawa ini telah memasuki pasar global. Produk ini sudah ada sejak tahun 1910 dan kini tersedia di banyak negara seperti China, Amerika Serikat dan Taiwan.
Namun, rasanya tidak diragukan lagi yang menarik pelanggan ke jenis bisnis ini. Apakah Anda memiliki investasi besar atau kecil, tidak ada yang akan membeli makanan yang rasanya tidak enak. Temukan resep terbaik dengan melakukan riset ekstensif sebelum menjualnya.

2. Usaha kreatif UKM

Saat ini, kreativitas dapat menjadi sumber daya yang berharga. Selain itu, kreativitas manusia tidak terbatas dan sangat melimpah. Oleh karena itu, sangat cocok untuk dijadikan industri.

Banyak pebisnis sukses yang menjual orisinalitasnya. Misalnya, Anda dapat membuat barang asli menggunakan bahan daur ulang. Atau mengubah sampah menjadi tas atau dompet yang bisa digunakan.

Berkat kecerdikan mereka, bisnis UKM telah menemukan kesuksesan, seperti tikar perca Irma Suryati. Perempuan cacat Irma Suryati berhasil menjual barang dagangannya ke luar negeri. Dia membuat tikar yang berguna dari apa-apa kecuali kain penjahit. Awalnya hanya diiklankan melalui mulut ke mulut atau penempatan pasar. Padahal saat ini Australia, Turki, Jepang, dan Jerman termasuk negara yang mengimpor barangnya.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk terjun ke bidang ini, ada satu hal lagi yang harus Anda perhatikan yaitu literasi teknologi.

3. UKM di bidang fashion

Bisnis terkait fashion adalah industri berbasis kreativitas lain yang memiliki potensi besar. Anda sudah tahu bahwa industri fesyen bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Banyak orang yang meluncurkan bisnis kecil melakukannya pada awalnya di industri fashion. Dian Pelangi misalnya, yang sukses membangun bisnis jualan busana muslim dan pencipta budaya batik Dea Valencia.

Anda tidak harus memulai dengan produksi, Anda juga bisa menjual barang jadi dengan bekerja sebagai dropshipper atau reseller. Jika tidak ada yang lain, Anda dapat mempelajari proses distribusi dengan mendaftar sebagai dropshipper atau reseller. Setelah Anda memiliki pemahaman umum tentang bagaimana industri ini beroperasi, Anda akan dapat menghasilkan konsep mode yang menarik bagi banyak orang.

4. Industri otomotif

Anda dapat mengejar peluang di industri ini jika Anda ingin bekerja di sektor otomotif. terutama jika Anda memiliki gelar otomotif.

Jasa cuci mobil, bengkel mobil, persewaan kendaraan, dan jual beli suku cadang adalah beberapa contoh usaha bagi pendatang baru di industri otomotif.

5. Industri Pertanian

Tinggal di negara agraris tentu memperkaya kita dengan berbagai hasil pertanian. Hasil pertanian tersebut bisa berupa sayuran yang sering kita konsumsi atau tanaman hias yang kita pajang di pekarangan.

Karena kelimpahannya, banyak pengusaha yang mencoba memulai agribisnis yang dianggap sebagai jenis bisnis yang sebenarnya menawarkan banyak keuntungan. Manfaat yang diterima disebut sebagai berikut:

-ada banyak peluang keuntungan.
-mampu beroperasi dengan modal seadanya.
-mendapatkan bahan bakunya tidaklah sulit.

6. Bidang Pendidikan

Saat ini, salah satu sektor UKM yang menguntungkan adalah pendidikan. Sebut saja salah satu ide bisnis UKM di bidang UKM ini sebagai tutor online. Anda dapat menawarkan bimbingan belajar selain mengajar mata pelajaran akademik, misalnya di bidang menggambar, menyanyi, dan olahraga.

Iklankan diri Anda secara online. Anda juga dapat mendaftar di lembaga pendidikan online.

7. Bisnis pemasaran digital

Membuka agensi adalah cara bagi seseorang yang memiliki keahlian dalam pemasaran digital untuk menghasilkan uang. Berkat layanan yang diberikan, Anda tidak hanya dapat menghasilkan uang tetapi juga membantu orang lain dalam memasarkan barang mereka.

Untuk memulai usaha kecil dan menengah, keterampilan seperti Search Engine Optimization (SEO), penulisan konten, dan copywriting sangat berguna.

8. Bisnis terkait jasa untuk pendatang baru.

Saat Anda bekerja di industri jasa, Anda menginvestasikan waktu, tenaga, dan pengetahuan ke dalam bidang tertentu, dan Anda kemudian diberi kompensasi untuk layanan yang Anda berikan.

Bengkel sepeda motor, bengkel handphone, laptop, dan peralatan elektronik hanyalah beberapa contoh usaha jasa UMKM. Ada juga salon kecantikan, toko ban, salon rambut, studio foto, persewaan kostum karnaval, pakaian budaya Indonesia, dan masih banyak lagi.

Keuntungan pengusaha pemula berbisnis UKM

UKM adalah salah satu pilihan terbaik bagi mereka yang baru memulai yang belum pernah melakukan bisnis sebelumnya. Ada banyak keuntungan yang bisa dirasakan oleh pemilik bisnis pemula. Berdasarkan kriteria tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan UKM tidak mengeluarkan biaya yang berlebihan.

Namun, keuntungannya tampak sangat menjanjikan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memulai bisnis UKM jika ingin mencoba sesuatu yang baru atau memiliki ide bisnis yang hebat. Menurut goukm. id, para pemula yang memilih untuk memulai usaha kecil menengah bisa mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

1. Memiliki banyak inovasi

Skala operasional yang kecil menjadi ciri bisnis UKM. Mulai dari modal, juga pekerja. Oleh karena itu, tidak ada jarak antara karyawan dan manajemen di UKM. Hubungan bisnis berhubungan langsung dengan persahabatan.

Oleh karena itu, jika persahabatan antara rekan kerja dan atasan baik, produktivitas mereka juga akan meningkat. Saat ini terjadi, karyawan yang memiliki inovasi tidak takut untuk menyampaikannya. Akibatnya, perusahaan akan berkembang dengan pesat

2. Biaya operasional rendah

Dibandingkan dengan bisnis besar, bisnis UKM lebih dinamis. Bergantung pada situasinya, mereka dapat melakukan produksi atau operasi komersial di mana saja. Banyak UKM beroperasi secara eksklusif dari rumah mereka. Artinya mereka tidak perlu harus menyewa rumah atau kantor di tengah kota.

Kemudian, menurut BPS, memiliki staf kecil yang terdiri dari 6 hingga 19 orang dapat mengurangi pengeluaran bisnis. Yang harus dilakukan hanyalah memodifikasinya agar sesuai dengan kebutuhan mereka; semakin sedikit karyawan, semakin efektif uang dibelanjakan. Biaya yang terkait dengan produksi dapat sangat dikurangi sebagai hasilnya.

3. Lebih sedikit pajak yang berlaku.

Setiap orang harus membayar pajak. Terlepas dari kenyataan bahwa Anda menjalankan bisnis kecil, negara sangat membutuhkan uang yang Anda sumbangkan melalui pajak. Tapi jangan khawatir, pemilik bisnis UKM menikmati keuntungan membayar pajak dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan pengusaha besar lainnya.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2016 tentang Pajak Penghasilan, pelaku usaha kecil hanya membayar pajak berdasarkan omzet. Akibatnya, jika omzet Anda rendah, Anda tidak akan dikenakan pajak pengusaha yang bisa sangat tinggi.

Tips memulai usaha kecil dan menengah

Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memulai bisnis UKM. Salah satunya juga membutuhkan perencanaan yang matang agar dapat berfungsi dengan sukses di masa depan.

Diharapkan usaha UKM modal kecil yang Anda buat akan sangat menguntungkan. Sebelum memasuki dunia bisnis UKM, pengusaha harus memiliki tiga hal berikut:

1. Ide kreatif

Ide adalah salah satu faktor terpenting dalam memulai bisnis, terlepas dari skalanya. Apakah Anda adalah bisnis kecil atau perusahaan besar, jika Anda tidak ada ide bisnis yang akan dijalankan, maka akan sangat sulit untuk memulainya.

Setelah itu, pertimbangkan perusahaan mana yang kurang lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.

2. Perencanaan terperinci

Perencanaan bisnis yang akurat dapat menentukan keberlangsungan bisnis Anda di masa depan. Perencanaan terperinci mencakup tujuan yang ingin Anda capai dan bagaimana Anda akan mencapainya.

Jika perlu, evaluasi juga pro dan kontra serta peluang di masa depan. Tetapkan tujuan bulan ini untuk meningkatkan kinerja bisnis Anda. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk memprediksi kerugian besar dan menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun terkadang bisnis yang memiliki rencana gagal, apalagi yang tidak mencobanya.

3. Melakukan riset market

Meskipun UKM memiliki modal dan akses yang lebih sedikit daripada perusahaan besar. Riset pasar juga diperlukan. Oleh karena itu, penelitian merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan oleh para pengusaha.

Melalui riset, Anda dapat mengetahui target pasar, pesaing, dan selera masyarakat. Data ini diproses untuk menentukan produk inovatif Anda di masa depan.

4. Pertimbangkan biayanya.

Menurut Forbes, akuntansi keuangan sangat penting sebelum meluncurkan bisnis. Anda harus mempertimbangkan segalanya dan mengurutkan hal-hal yang paling penting dalam urutan kepentingan. Misalnya, biaya sewa, jadwal produksi, anggaran pemasaran, dan biaya tak terduga.

Jangan lupa untuk membagi anggaran menjadi anggaran pribadi dan bisnis. Karena pengeluaran bisnis mempengaruhi keuntungan dan kerugian, maka harus didokumentasikan selengkap mungkin. Selain itu, Anda bertanggung jawab untuk membayar sebagian karyawan dari tunjangan ini. Di sisi lain, Anda hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri dan keluarga Anda dalam hal pengeluaran pribadi.

Selamat mencoba menjalani bisnis UKM!

Related

5 Strategi Pemasaran Produk dengan Teknik Digital Marketing Enthusiasts

Di era digital saat ini, berbagai strategi baru muncul...

Usaha Warung Sayuran Segar yang Menghasilkan Omzet Ratusan Juta

Kesuksesan dunia yang diwujudkan dengan pencapaian usaha yang memiliki...

Peluang Bisnis Usaha Laundry: Jenis-jenis Layanan, Tips, dan Strategi Bisnis

Apakah Anda sedang mencari peluang bisnis yang menjanjikan di...

Tugas & Fungsi SPG itu Apa Saja? Ini Penjelasannya!

SPG adalah seorang wanita yang bekerja di bidang pemasaran...

3 Tips Membuka Usaha Foto Copy Dengan Modal Kecil

Peluang usaha jasa fotokopy ini bisa Anda jalankan dengan...